Kunci pertama: Obed Edom seorang yang rendah hati
Obed artinya hamba. Tuhan lebih senang tinggal di rumah
seorang hamba. Seorang yang mau merendahkan hatinya dihadapan Tuhan.
Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan
adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. (Ams 22:4)
Jangan sombong kalau mau mengalami berkat dari Tuhan. Mungkin Anda
adalah seorang yang berhasil di masyarakat, seorang pengusaha yang
sukses atau seorang yang punya kedudukan tinggi. Namun kunci pertama
waktu datang menghadap kepada Tuhan adalah, jangan sombong. Ganjaran
kerendahan hati dan takut akan Tuhan yang pertama adalah kekayaan,
lalu kehormatan dan juga kehidupan. Tuhan tidak hanya memberikan kekayaan
namun juga kehidupan atau kuasa untuk menikmatinya. Obed-Edom datang
dengan cara merendahkan diri dihadapan Tuhan.
Kata worship (menyembah) diambil dari kata ibadah. Ibadah dalam bahasa
aslinya diambil dari dua kata yaitu avoda, dan latreia.
Ibadah artinya pekerjaan seorang budak/hamba. Bagaimana seorang hamba
menghadap tuannya? Dalam kamus Alkitab dijelaskan caranya yaitu datang
menghadap tuannya dengan kepala menyentuh tanah (tiarap). Oleh sebab
itu Daud berkata
"Seperti mata seorang budak laki-laki memandang
kepada tangan tuannya, demikian mataku memandang kepadaMu ya Tuhan"
(Mzm 123:2)
Ibadah artinya kita datang kepada Tuhan dengan sikap hati seorang
budak yang tidak berani memandang wajah tuannya namun hanya dapat
memandang tangannya. Dari perkataan melakukakan pekerjaan seorang
budak (ibadah) inilah lahir kata worship (menyembah).
Menyembah (worship) diambil dari kata proskuneo yang artinya
pekerjaan yang dilakukan seperti seorang tuan dengan (maaf) anjingnya.
Seekor anjing kalau bertemu dengan tuannya tidak pernah bisa diam.
Dia akan melompat-lompat dikandangnya, ekornya terus bergoyang dengan
kuat bahkan sampai mengoyangkan seluruh badannya. Lalu kemanapun tuannya
melangkah dia terus mengikuti dengan girang karena sukacita dapat
bertemu dengan tuannya. Dia tidak akan berhenti sebelum tuannya bereaksi
dengan cara mengelus-elus leher atau tubuh anjing tersebut. Hendaknya
kita datang beribadah kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan hati
yang meluap oleh sukacita oleh karena hendak bertemu dengan "tuan"nya.
Kunci kedua: Obed Edom seorang worshiper
...sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom,
Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih
rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian. (1 Taw 15:21).
Apakah Saudara suka memuji dan menyembah Tuhan? Alkitab berkata di
Surga itu suasananya penuh dengan Pujian Penyembahan 24 Jam dalam
sehari. Wahyu 4:8 menuliskan bahwa di sekeliling tahta Tuhan ada 24
tua-tua menyembah siang dan malam tiada henti. Surga adalah suatu
tempat yang penuh dengan pujian dan penyembahan. Jadi orang yang ingin
masuk Surga harus suka memuji dan menyembah Tuhan supaya betah tinggal
di sana.
"Aku hendak menyanyi bagi Tuhan selama aku
hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah
renunganku manis kedengaran kepadaNya! Aku hendak bersukacita karena
Tuhan." (Mzm 104:33-34)
Pujian Penyembahan bukan soal aktivitas melainkan masalah sikap hati.
Yang kedengaran dihadapan Tuhan adalah perenungan kita (apa yang di
dalam hati).
Apakah Anda merasakan sukacita dan kerinduan untuk senantiasa memuji
menyembah TUHAN? Saat beribadah tubuh, jiwa dan roh harus ada di gereja.
Jangan hanya tubuhnya saja sementara pikiran menerawang ke tempat
lain. Ketika sedang menyembah TUHAN, apa hati juga ikut memuliakan
Tuhan?
"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
padahal hatinya jauh daripadaKu." (Mat 15:8)
Kalau hati bersih, penyembahan yang keluar dari mulut juga akan mengalir
dengan indah. Allah kita adalah Tuhan yang menguji hati kita. Seseorang
pernah bertanya, "Bagaimana bisa memuji dan menyembah, sedangkan saya
tidak bisa nyanyi?" Yang penting sikap hati yang memuji dan menyembah
TUHAN. Worship bukan activity melainkan sikap kita. Kalau ada niat
jahat dalam hati, ALLAH di Surga tidak akan mendengar doamu. Kalau
hatinya bersih, semuanya akan flow.
Daud pernah gagal dengan sikap hati kepada TUHAN. 2 Samuel 6:12 mencatat
waktu Daud melihat bahwa Uza mati karena memegang tabut, dia begitu
marah. Namun dalam kegagalannya, dia tidak meninggalkan TUHAN. Ketika
Daud mendengar Obed-Edom diberkati Tuhan sangat kaya oleh karena tabut
itu, dia bangkit kembali. Dia selidiki Firman Tuhan dan mengambil
keputusan untuk mengangkut tabut dengan cara diusung dan membawanya
ke kota Daud. Sikap hati Daud ini sungguh sangat terpuji. Alkitab
katakan orang benar sepuluh kali jatuh sepuluh kali bangkit, orang
fasik jatuh sekali dia tidak mau bangun lagi. Daud gagal, dia bangun,
cari tahu cara yang benar, come back, kembali melayani TUHAN dan berhasil
membawa tabut Tuhan itu sampai ke kotanya.
Kunci ketiga: Obed Edom mengasihi Tuhan lebih dari
segalanya
...dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia,
Benaya dan Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan
tabut Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada
tabut itu. (1 Taw 15:24)
Walaupun Obed-Edom telah diberkati TUHAN dengan sangat luar biasa
namun hatinya tidak melekat pada harta. Ketika tabut dipindahkan dari
rumahnya, dia lebih memilih untuk terus mengikuti tabut itu daripada
lekat dengan hartanya walaupun hanya sebagai penjaga pintu di rumah
ALLAH. Dia tinggalkan seluruh kekayaannya untuk pergi mengikuti tabut
dan menjadi door keeper bahkan sampai akhir hayatnya.
Bagaimana kasih Saudara kepada TUHAN? Perpecahan gereja terjadi karena
satu hal, jemaat datang ke gereja cari Hamba Tuhan dan bukan cari
TUHAN. Tidak cocok dengan gerejanya karena faktor manusia dan bukan
TUHAN nya. Kita harus sampai pada tingkatan seperti Obed-Edom. Dia
begitu terobsesi dengan TUHAN lebih dari segalanya. Dia tinggalkan
semua berkatnya dan pergi menjadi penjaga di pintu gerbang rumah Tuhan.
Mengukur Kasih Kepada Tuhan
Sampai sedalam apa engkau mengasihi TUHAN? Kasih seseorang kepada
Tuhan dapat diukur dari korban persembahannya. Maleakhi 1:6-8 menuliskan,
kalau memang hormat dan mengasihi Tuhan, mengapa bawa persembahan
yang timpang kepadaKu? Tanda seseorang menghormati TUHAN, lihat
saja persembahan apa yang dia bawa kepada Tuhan. Apakah persembahan
yang The Best, Second Best atau bahkan Third Best. Hal ini tidak
berbicara tentang nilai nominal melainkan apakah itu merupakan korban
yang terbaik atau tidak.
"Apabila kamu datang untuk menghadap di
hadiratKu, ... jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh,
sebab baunya adalah kejijikan bagiKu." (Yes 1:12-13)
Seorang wanita pelacur saat bertemu dengan Tuhan mengurapi kaki
Yesus dengan minyak wangi seharga 300 dinar yang sama dengan upah
orang kerja setahun. Yudas marah-marah karena menganggap hal itu
sebagai pemborosan namun Tuhan katakan, "Jangan marah, lihat kasihnya
yang begitu besar kepada Ku" (Yohanes 12:1-8). Sulit untuk dapat
dipercaya sesorang yang berkata mengasihi Tuhan namun tidak pernah
mempersembahkan korban yang terbaik kepada Tuhan. Orang yang mengasihi
Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk dipersembahkan. Kolekte itu
persembahan. Coba jujur kepada diri sendiri, ketika memasukkan persembahan
ke dalam kantong kolekte, apakah itu yang terbaik atau tidak.
Tabut Tuhan memberikan dua dampak yang berbeda bagi beberapa orang
dan Obed-Edom. Kehadiran Tuhan memberkati seisi keluarga Obed-Edom
dengan sangat melimpah karena tiga hal yang dia lakukan dalam hidupnya
yaitu: datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, senantiasa gemar
memuji dan menyembah Tuhan serta mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.
Bagaimana dampak kehadiran Tuhan dalam hidup Saudara? Kiranya pengalaman
dampak kehadiran Tuhan dalam kehidupan Obed-Edom juga dialami oleh
setiap anak Tuhan yang mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan
setia dalam hidupnya. Tuhan memberkati.