Tranformasi Bagi Bangsa : Year of Intimacy - Intercession - Invasion

Sikap Hati Terhadap Hal-Hal yang Kudus
Pdt. R. Bambang Jonan

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. (2 Samuel 6:11-12)

Latar belakang kisah ini:
Dimulai dari Raja Daud yang mengumpulkan para pemimpin dan berkata bahwa, "Pada waktu pemerintahan Raja Saul, kita tidak memperhatikan tabut perjanjian Allah dan membiarkannya". Dalam Perjanjian Lama TABUT ALLAH selalu berbicara tentang satu hal yaitu KEHADIRAN TUHAN. Daud berkata, "Tidak baik karena selama ini kita membiarkan tabut Allah ditengah-tengah kita. Mari jika engkau pandang baik, kita akan mengembalikan tabut Allah ini ketempatnya yaitu ke kota Daud, di bukit Sion" Kemudian mereka lalu berkata, "Kami setuju dan sepakat untuk mencari dan menempatkan Tuhan pada tempatnya". Mereka mulai mempersiapkan suatu ekspedisi pemindahan yang luarbiasa dengan melibatkan tigapuluh ribu orang pemimpin-pemimpin. Kemudian Daud berjalan dari Baale-Yehuda bersama orang-orang pilihan untuk membawa pulang tabut itu. Namun pada waktu berada di pengirikan Kidron, pedati tempat dimana mereka menaruh tabut perjanjian Allah tiba-tiba masuk ke lobang dan peti itu seolah mau jatuh. Ketika melihat hal tersebut, maka Uza mengulurkan tangan hendak menjamah tabut itu. Dalam ayat 7 dituliskan, seketika itu juga bangkitlah murka Allah terhadap Uza lalu Tuhan membunuh dia disana sehingga tempat itu disebut Perez Uza. Ayat 8 dicatat, Daud begitu takut akan Tuhan karena dia melihat didepan matanya Tuhan menyambar mati Uza yang menjamah tabut dengan tidak sengaja.

Dari pembacaan ayat pokok diatas, ternyata tabut Tuhan yang sama, yang dipegang oleh Uza menjadikannya mati, pada waktu masuk rumah Obed-Edom, dia diberkati dengan luarbiasa. TABUT ALLAH IDENTIK DENGAN KEHADIRAN TUHAN.

Ada dua dampak berbeda yang terjadi dengan kehadiran Tabut Tuhan bagi beberapa orang yaitu: KEHADIRAN TUHAN DAPAT MENGAKIBATKAN BERKAT ATAU MAUT.

    1. Kehadiran Tuhan bisa membawa maut bagi beberapa orang
      Contoh pertama: tertulis dalam 1 Samuel 5:1-12 dimana kehadiran Tuhan membawa bencana dan bukannya berkat bagi satu kota. Orang Filistin pernah merampas tabut Allah dari Eben-Haezer, membawanya ke kuil mereka di Asdod, dan meletakkannya di sisi patung Dagon. Ketika orang Asdod bangun pagi, mereka mendapati bahwa patung Dagon telah terjatuh dengan muka ke tanah dihadapan Tabut Tuhan; lalu mereka mengambil Dagon dan meletakkannya kembali di samping Tabut Tuhan. Namun keesokan harinya mereka mendapati lagi patung Dagon itu telah sujud menyembah dihadapan Tabut Tuhan dengan kondisi kepala dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu kuil, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal. Tangan Tuhan lalu menghajar penduduk Asdod dan daerah sekitarnya dengan borok. Melihat hal tersebut, orang-orang Filistin kemudian memindahkan Tabut itu ke Gat. Namun akibatnya penduduk kota itu anak-anak dan dewasa, juga terkena borok. Mereka berusaha memindahkan tabut ke Ekron, namun malapetaka yang sama juga terjadi atas penduduk kota itu sehingga menimbulkan banyak kematian dan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

      Contoh kedua: dalam 1 Samuel 6:19, orang Israel mencoba untuk melihat tabut perjanjian Allah, namun akibatnya tujuh puluh orang dihantam mati oleh Tuhan.
    2. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. (Ibr 12:29)

    Contoh ketiga: Korah, Datan, Abiram, orang-orang pilihan Tuhan. Tuhan berkata begini, "Bakar ukupan dihadapanKu, nanti kamu akan mengetahui siapa pemimpin yang benar dan siapa pemimpin yang tidak benar" Korah, Datan, Abiram datang untuk mempersembahkan korban dihadapan Tuhan. Pada waktu itu tiba-tiba bumi terbuka dan menelan mereka hidup-hidup. (Bil 26:9-10)

    Contoh keempat: Nadab dan Abihu, anak Musa. Dua orang Hamba Tuhan yang bertugas, mempersembahkan korban dihadapan Allah. Dicatat, pada waktu mereka mempersembahkan korban, api dari Tuhan turun menghantam mereka dan keduanya mati di tempat. Lalu Tuhan berkata, "Musa, jangan engkau menangis karena anakmu". (Bil 26:61)

    Contoh kelima: Ananias dan Safira. Pada waktu mereka menjual tanah dan membawa hasilnya kepada Tuhan namun menyembunyikan sebagian hasil penjualan itu. Tuhan hanya berkata begini, "Ananias, Safira, mengapa engkau menipu Aku?" Pada waktu mereka menyangkal, api Tuhan turun dan menyambar mati keduanya (Kis 5:1-11)

    1. Kehadiran Tuhan membawa berkat bagi Obed-Edom
      Waktu Daud melihat Uza mati dihantam Tuhan, dia memerintahkan untuk menitipkan tabut perjanjian ke rumah Obed-Edom. Begitu masuk ke rumah Obed-Edom, dicatat dalam ayat pokok diatas, tiga bulan lamanya tabut perjanjian berada di rumah Obed Edom dan TUHAN memberkati keluarga mereka secara luarbiasa. Berkat yang Tuhan berikan kepada Obed-Edom beserta seisi keluarganya sangat melimpah. Buktinya, seluruh bangsa Israel bahkan Raja Daud sekalipun tahu tentang kekayaan Obed-Edom akibat tabut Tuhan itu. Tabut yang membawa kematian bagi beberapa orang, masuk kedalam rumah Obed-Edom justru menjadi berkat.

      Masalahnya: Berapa tahun Anda bergereja? Berapa tahun Anda kenal Tuhan? Berapa tahun Anda beribadah kepada Tuhan? Obed-Edom tiga setengah bulan hidup bersama Tuhan dan Allah mengubah kehidupannya. Bagaimana kehadiran Tuhan dalam kehidupan Saudara? Apakah Saudara mengalami berkat dan anugerah Tuhan pada waktu Saudara masuk dalam hadirat Tuhan, pada waktu Saudara berkata,"Yesus juruselamatku" Apakah pada waktu itu Saudara mengalami berkat seperti Obed-Edom? Tuhan berjanji,

      "Aku akan mengangkat engkau naik dan tidak pernah turun. Aku akan mengangkat engkau menjadi kepada dan bukannya ekor" (Ul 28:13)

      Pertanyaannya: Bagaimana Obed-Edom bisa diberkati Tuhan secara luar biasa ketika Tabut Allah masuk ke rumahnya?

      Kunci pertama: Obed Edom seorang yang rendah hati
      Obed
      artinya hamba. Tuhan lebih senang tinggal di rumah seorang hamba. Seorang yang mau merendahkan hatinya dihadapan Tuhan.

      Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. (Ams 22:4)

      Jangan sombong kalau mau mengalami berkat dari Tuhan. Mungkin Anda adalah seorang yang berhasil di masyarakat, seorang pengusaha yang sukses atau seorang yang punya kedudukan tinggi. Namun kunci pertama waktu datang menghadap kepada Tuhan adalah, jangan sombong. Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan yang pertama adalah kekayaan, lalu kehormatan dan juga kehidupan. Tuhan tidak hanya memberikan kekayaan namun juga kehidupan atau kuasa untuk menikmatinya. Obed-Edom datang dengan cara merendahkan diri dihadapan Tuhan.

      Kata worship (menyembah) diambil dari kata ibadah. Ibadah dalam bahasa aslinya diambil dari dua kata yaitu avoda, dan latreia. Ibadah artinya pekerjaan seorang budak/hamba. Bagaimana seorang hamba menghadap tuannya? Dalam kamus Alkitab dijelaskan caranya yaitu datang menghadap tuannya dengan kepala menyentuh tanah (tiarap). Oleh sebab itu Daud berkata

      "Seperti mata seorang budak laki-laki memandang kepada tangan tuannya, demikian mataku memandang kepadaMu ya Tuhan" (Mzm 123:2)

      Ibadah artinya kita datang kepada Tuhan dengan sikap hati seorang budak yang tidak berani memandang wajah tuannya namun hanya dapat memandang tangannya. Dari perkataan melakukakan pekerjaan seorang budak (ibadah) inilah lahir kata worship (menyembah).

      Menyembah (worship) diambil dari kata proskuneo yang artinya pekerjaan yang dilakukan seperti seorang tuan dengan (maaf) anjingnya. Seekor anjing kalau bertemu dengan tuannya tidak pernah bisa diam. Dia akan melompat-lompat dikandangnya, ekornya terus bergoyang dengan kuat bahkan sampai mengoyangkan seluruh badannya. Lalu kemanapun tuannya melangkah dia terus mengikuti dengan girang karena sukacita dapat bertemu dengan tuannya. Dia tidak akan berhenti sebelum tuannya bereaksi dengan cara mengelus-elus leher atau tubuh anjing tersebut. Hendaknya kita datang beribadah kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan hati yang meluap oleh sukacita oleh karena hendak bertemu dengan "tuan"nya.

      Kunci kedua: Obed Edom seorang worshiper

      ...sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian. (1 Taw 15:21).

      Apakah Saudara suka memuji dan menyembah Tuhan? Alkitab berkata di Surga itu suasananya penuh dengan Pujian Penyembahan 24 Jam dalam sehari. Wahyu 4:8 menuliskan bahwa di sekeliling tahta Tuhan ada 24 tua-tua menyembah siang dan malam tiada henti. Surga adalah suatu tempat yang penuh dengan pujian dan penyembahan. Jadi orang yang ingin masuk Surga harus suka memuji dan menyembah Tuhan supaya betah tinggal di sana.

      "Aku hendak menyanyi bagi Tuhan selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepadaNya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan." (Mzm 104:33-34)

      Pujian Penyembahan bukan soal aktivitas melainkan masalah sikap hati. Yang kedengaran dihadapan Tuhan adalah perenungan kita (apa yang di dalam hati).

      Apakah Anda merasakan sukacita dan kerinduan untuk senantiasa memuji menyembah TUHAN? Saat beribadah tubuh, jiwa dan roh harus ada di gereja. Jangan hanya tubuhnya saja sementara pikiran menerawang ke tempat lain. Ketika sedang menyembah TUHAN, apa hati juga ikut memuliakan Tuhan?

      "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu." (Mat 15:8)

      Kalau hati bersih, penyembahan yang keluar dari mulut juga akan mengalir dengan indah. Allah kita adalah Tuhan yang menguji hati kita. Seseorang pernah bertanya, "Bagaimana bisa memuji dan menyembah, sedangkan saya tidak bisa nyanyi?" Yang penting sikap hati yang memuji dan menyembah TUHAN. Worship bukan activity melainkan sikap kita. Kalau ada niat jahat dalam hati, ALLAH di Surga tidak akan mendengar doamu. Kalau hatinya bersih, semuanya akan flow.

      Daud pernah gagal dengan sikap hati kepada TUHAN. 2 Samuel 6:12 mencatat waktu Daud melihat bahwa Uza mati karena memegang tabut, dia begitu marah. Namun dalam kegagalannya, dia tidak meninggalkan TUHAN. Ketika Daud mendengar Obed-Edom diberkati Tuhan sangat kaya oleh karena tabut itu, dia bangkit kembali. Dia selidiki Firman Tuhan dan mengambil keputusan untuk mengangkut tabut dengan cara diusung dan membawanya ke kota Daud. Sikap hati Daud ini sungguh sangat terpuji. Alkitab katakan orang benar sepuluh kali jatuh sepuluh kali bangkit, orang fasik jatuh sekali dia tidak mau bangun lagi. Daud gagal, dia bangun, cari tahu cara yang benar, come back, kembali melayani TUHAN dan berhasil membawa tabut Tuhan itu sampai ke kotanya.

      Kunci ketiga: Obed Edom mengasihi Tuhan lebih dari segalanya

      ...dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia, Benaya dan Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan tabut Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada tabut itu. (1 Taw 15:24)

      Walaupun Obed-Edom telah diberkati TUHAN dengan sangat luar biasa namun hatinya tidak melekat pada harta. Ketika tabut dipindahkan dari rumahnya, dia lebih memilih untuk terus mengikuti tabut itu daripada lekat dengan hartanya walaupun hanya sebagai penjaga pintu di rumah ALLAH. Dia tinggalkan seluruh kekayaannya untuk pergi mengikuti tabut dan menjadi door keeper bahkan sampai akhir hayatnya.

      Bagaimana kasih Saudara kepada TUHAN? Perpecahan gereja terjadi karena satu hal, jemaat datang ke gereja cari Hamba Tuhan dan bukan cari TUHAN. Tidak cocok dengan gerejanya karena faktor manusia dan bukan TUHAN nya. Kita harus sampai pada tingkatan seperti Obed-Edom. Dia begitu terobsesi dengan TUHAN lebih dari segalanya. Dia tinggalkan semua berkatnya dan pergi menjadi penjaga di pintu gerbang rumah Tuhan.

      Mengukur Kasih Kepada Tuhan
      Sampai sedalam apa engkau mengasihi TUHAN? Kasih seseorang kepada Tuhan dapat diukur dari korban persembahannya. Maleakhi 1:6-8 menuliskan, kalau memang hormat dan mengasihi Tuhan, mengapa bawa persembahan yang timpang kepadaKu? Tanda seseorang menghormati TUHAN, lihat saja persembahan apa yang dia bawa kepada Tuhan. Apakah persembahan yang The Best, Second Best atau bahkan Third Best. Hal ini tidak berbicara tentang nilai nominal melainkan apakah itu merupakan korban yang terbaik atau tidak.

      "Apabila kamu datang untuk menghadap di hadiratKu, ... jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu." (Yes 1:12-13)

      Seorang wanita pelacur saat bertemu dengan Tuhan mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi seharga 300 dinar yang sama dengan upah orang kerja setahun. Yudas marah-marah karena menganggap hal itu sebagai pemborosan namun Tuhan katakan, "Jangan marah, lihat kasihnya yang begitu besar kepada Ku" (Yohanes 12:1-8). Sulit untuk dapat dipercaya sesorang yang berkata mengasihi Tuhan namun tidak pernah mempersembahkan korban yang terbaik kepada Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk dipersembahkan. Kolekte itu persembahan. Coba jujur kepada diri sendiri, ketika memasukkan persembahan ke dalam kantong kolekte, apakah itu yang terbaik atau tidak.

      Tabut Tuhan memberikan dua dampak yang berbeda bagi beberapa orang dan Obed-Edom. Kehadiran Tuhan memberkati seisi keluarga Obed-Edom dengan sangat melimpah karena tiga hal yang dia lakukan dalam hidupnya yaitu: datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, senantiasa gemar memuji dan menyembah Tuhan serta mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Bagaimana dampak kehadiran Tuhan dalam hidup Saudara? Kiranya pengalaman dampak kehadiran Tuhan dalam kehidupan Obed-Edom juga dialami oleh setiap anak Tuhan yang mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan setia dalam hidupnya. Tuhan memberkati.