|
Sedapat-dapatnya,
kalau hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua
orang.
(Rom 12:18)
Kita semua mengakui bahwa tidak mudah untuk hidup
dalam perdamaian dengan semua orang. Jangankan jemaat, bahkan hamba Tuhan
sekalipun banyak yang tidak sanggup untuk melakukan ayat ini. Namun yang
penting untuk kita renungkan adalah bukan masalah sanggup atau tidak, melainkan
mau atau tidak Saudara dan saya hidup dalam perdamaian dengan semua orang.
Ketika saya bertanya mengenai hal ini kepada Tuhan,
maka Roh Kudus membukakan suatu pengertian kepada saya, bahwa sesungguhnya
“damai sejahtera” adalah salah satu buah dari Roh Kudus. Apabila kita
bersedia hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memunculkan
buahNya dalam kehidupan kita.
Saya berdoa agar Saudara sekalian mau memberikan diri
untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus, supaya Tuhan mengaruniakan perdamaian
kepada kita semua.
Apa yang terjadi
bila kita menolak hidup dalam perdamaian ?
Hosea
9:7-8 :
“Sudah datang hari-hari penghukuman, sudah datang hari-hari pembalasan,
Israel akan mengalaminya, “Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh
adalah orang gila”, oleh karena besarnya kesalahanmu dan besarnya
permusuhan : Efraim, umat Allahku, sedang mengintai nabi, jerat penangkap
burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan ada di rumah Allahnya.
“
Mari kita perhatikan ayat tadi. Dikatakan di sana
bahwa nabi adalah seorang yang sangat mengerti pikiran dan perasaan Tuhan.
Nabi selalu menyuarakan isi hatiNya Tuhan. Apa yang terjadi bila seorang
nabi terlibat dalam sebuah permusuhan ? Ia akan kehilangan semua karunia yang
Tuhan titipkan , bahkan firman Tuhan mengatakan ia berubah menjadi seorang
yang pandir. Alkitab mencatat bahwa pada hari-hari menjelang kedatanganNya
yang kedua pemusuhan akan melanda dunia ini. Bangsa akan bangkit melawan
bangsa, deru peperangan akan terdengar dimana-mana, tetapi Tuhan berkehendak
agar kita dapat menahan diri menghadapi roh perpecahan dan selalu berusaha
hidup dalam perdamaian dengan semua orang..
Apa yang terjadi
bila kita mau hidup dalam perdamaian ?
-
Roma 16:20
: “Semoga Allah sumber damai sejahtera (God of peace), segera akan
menghancurkan iblis di bawah kakimu.” Saudara, tahukah saudara, bahwa
Allah sudah lama menanti-nantikan saatnya untuk menghancurkan iblis di bawah
kaki saudara ? Berikan kesempatan kepada Tuhan untuk melakukan bagianNya,
yakni menghancurkan iblis, dengan cara menempatkan hidup kita di dalam
perdamaian dengan semua orang. Saat kita mau berdamai maka Allah segera akan
bertindak!
-
1 Tes 5:23
: Semoga Allah damai sejahtera ( God of peace ) menguduskan kamu
seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan
tidak becacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ayat ini
diperuntukkan bagi mereka yang sangat merindukan kedatangan Tuhan Yesus
untuk kedua kalinya.
Apakah Saudara merindukan Maranatha ? Hiduplah dalam perdamaian, maka
Allah akan menguduskan, menyempurnakan roh, tubuh dan jiwa kita. Tuhan Yesus
mengajarkan kepada kita apabila kita mau mengampuni kesalahan orang lain (
mau berdamai ) maka Bapa di Surga juga akan mengampuni dosa kita. Tetapi
apabila kita tidak mau mengampuni ( tidak mau berdamai ), maka dosa kitapun
tidak akan diampuni. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa penebusan jiwa
seseorang selalu berdasarkan atas pengampunan dosa. Apabila kita menerima
pengampunan dosa maka kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang ditebus,
jika tidak ..........?
-
Ibrani 7:2
“ Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti
namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem,
yaitu raja damai sejahtera.”
Di dalam Maleakhi 3:10, Tuhan pernah berjanji untuk membukakan
tingkap-tingkap langit (floodgates of heaven = pintu-pintu air surga,
windows of heaven= jendela-jendela surga), bagi orang yang membawa
persembahan persepuluhan. Siapakah Allah yang berjanji di dalam ayat ini ?
Ibrani 7:2 tersebut di atas menyingkapkan identitas dari nama atau pribadi
Allah yang memberkati kita di dalam Maleakhi 3:10, yakni The God of
Peace.
Jadi apabila kita membawa persembahan persepuluhan, namun melupakan
perdamaian itu sendiri, maka seluruh kelimpahan berkat yang dijanjikan Allah
bagi kita itu ( “...Aku akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan
mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”) tidak akan dapat
kita nikmati.
-
Ibrani 10:19-20
,” Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian
dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru
dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri,”.
Di dalam Perjanjian Lama hanya Imam Besar Agung yang diperbolehkan masuk ke
dalam tempat maha kudus, sedangkan orang awam dilarang. Pada waktu itu tidak
seorangpun dari antara umat Tuhan yang dapat berkomunikasi langsung dengan
Bapa yang ada di surga, melainkan harus melalui seorang perantara yaitu Imam
Besar Agung. Dialah yang akan masuk ke dalam tempat maha kudus pada hari
Raya Pendamaian, untuk membawa doa-doa umat ke hadapan Tuhan, sedangkan umat
hanya diperkenankan untuk masuk sampai di pelataran bait Allah saja. Pasca
kematian Tuhan Yesus, tirai dalam bait Allah yang memisahkan antara ruang
kudus dengan ruang maha kudus terbelah menjadi dua,
sehingga kedua ruangan itu menjadi satu.
Jadi
sekarang para imam yang melayani di ruang kudus dapat melihat segala
sesuatu yang terdapat dalam ruang maha kudus, dimana hal ini
merupakan sesuatu yang dilarang sebelumnya. Lalu siapa yang dimaksudkan
dengan para imam ? Dalam surat I Petrus 2:9 dijelaskan bahwa kita
ini adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani . Setiap orang
yang percaya kepada Kristus disebut sebagai imam-imam bagi Allah. Kematian
Kristus di atas kayu salib telah membuka jalan bagi imam-imam Allah tersebut
untuk dapat masuk langsung ke ruang maha kudus. Sehingga kita tidak lagi
membutuhkan seorang perantara untuk dapat mencapai ruang maha kudus, seperti
yang terjadi dalam Perjanjian Lama.
Kematian Kristus di kayu salib berbicara mengenai
pendamaian. Kiranya Kristus, Raja Damai itu, memberikan kekuatan
dan kesanggupan kepada kita semua, untuk dapat hidup di dalam perdamaian
dengan semua orang.
Tuhan Yesus memberkati Saudara sekalian. Amin. |