|
Yakobus
5:17-18 “Elia adalah
manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa,
supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga
tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan
bumi pun mengeluarkan buahnya.”
Menjelang
datangnya hari Tuhan yang besar yang dashyat itu, maka Tuhan akan mengutus
kembali nabi Elia. Siapakah nabi Elia++? Apa yang menjadi pelayanan Elia
pada akhir jaman ini?
Didalam
Perjanjian Lama, Elia dikenal sebagai nabi yang menurunkan api dari surga
sehingga ia disebut “nabi api”. Setelah menurunkan api, Elia berdoa dan
hujan pun turun setelah tiga tahun dan enam bulan tidak ada hujan sehingga
Elia juga disebut “nabi hujan (the rain maker)”. Pada hari-hari ini gereja
harus memiliki pelayanan seperti Elia untuk membawa rekonsiliasi sehingga
hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak berbalik
kepada bapa-bapanya.
Untuk
pelayanan ini, gereja membutuhkan “api dari surga”
untuk memurnikan dan untuk membersihkan dirinya dan “hujan dari surga”
supaya gereja dapat menghasilkan buah yang baik.
Hari-hari
ini saya melihat Api Roh Kudus dicurahkan dengan limpahnya. Nubuatan yang
terdapat dalam kitab Yoel 2:28-29 sedang digenapi atas Indonesia, dan saya
percaya Indonesia akan dipenuhi oleh kemulian Tuhan. Pertanyaannya saat ini
adalah apa yang dibutuhkan oleh gereja setelah menerima lawatan api
kekudusan dari Roh Kudus? Yakobus menuliskan bahwa gereja memerlukan
HUJAN sehingga gereja mengeluarkan buah-buah kebenarannya.
Dimanakah hujan itu berada?
>Ulangan 28:12
“Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni
langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan
memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada
banyak bangsa, tepai engkau sendiri tidak meminta pinjaman.”
Perhatikan
kata “langit” dan “perbendaharaan-Nya” . Dalam
bahasa aslinya kata yang dipakai untuk langit adalah “HASHAAMAYIM /
SHAMAYIM” yang berarti surga (heaven). Sham = tempat dimana air
berada, mayim = air dan api. Jadi menurut ayat di atas, surga adalah tempat
penyimpanan air dan api.
Bagaimana Elia menurunkan
hujan ?
>Ayat yang ke 17 mencatat
bahwa “Elia bersungguh-sungguh berdoa agar hujan turun dan hujanpun turun..”.
Kata kunci bagi gereja untuk menurunkan hujan adalah
“sungguh-sungguh berdoa”.
Bagaimana
kehidupan doa gereja anda? Apakah api doa tetap menyala-nyala dalam
pelayanan anda? Ingat, salah satu pelayanan dari Roh Kudus adalah membantu
kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus
berdoa. (Roma 8:26).
“RumahKu
akan disebut Rumah Doa bagi segala bangsa.” Melalui ayat ini maka kita
beroleh pengertian bahwa panggilan untuk berdoa bukan hanya untuk
orang-orang tertentu saja, tetapi panggilan sebagai pendoa adalah untuk
semua orang, karena tubuh kita adalah rumahnya Tuhan (1 Korintus 6:19.
Apakah definisi dari pendoa?
A.W.Tozer dan Johanes
Facius mendefinisikan pendoa melalui doa bapa kami.
-
Pendoa
adalah orang yang merindukan bapanya yang ada di surga.
-
Pendoa
adalah orang yang merindukan surga itu sendiri, karena Tuhan mengajarkan
untuk berdoa seperti ini : Datanglah kerajaanMu dan jadilah kehendakMu di
bumi seperti di dalam surga. Jadi waktu kita berdoa maka kerajaan Allah
turun ditengah kita. Bukankah itu merupakan suatu hal yang luar biasa.
Gereja,
mulailah berdoa dengan sungguh-sunguh karena “Doa orang benar bila dengan
yakin didoakan sangat besar kuasanya.”
Bagaimana Elia dapat membuka
perbendaharaan-Nya ?
Berikut ini ada beberapa
kunci untuk membuka perbendaharaan-Nya Tuhan supaya hujan itu turun.
Ulangan 11:13-14 “Jika
kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu
pada hari ini, sehingga kamu mengasihi Tuhan Allahmu, dan beribadah
kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan
memberi hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir,
sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.”
Perhatikan kata “mengasihi Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan segenap
hatimu, dan dengan segenap jiwamu. Gereja inilah kunci untuk membuka
perbendaharaan-Nya yang melimpah yakni hujan pada masanya, hujan awal dan
hujan akhir.
Jangan
puas kalau Anda sudah menjadi anggota ataupun menjadi pelayan di gereja
lokal. Panggilan Tuhan kepada kita tidak berhenti sampai kepada jemaat
ataupun pelayan Tuhan, tetapi panggilan Tuhan yang tertinggi adalah
panggilan sebagai “KEKASIH / MEMPELAI” .
Hukum
yang pertama dan yang terutama menyingkapkan rahasia tentang panggilan
Tuhan yang kudus kepada gereja-Nya. Tuhan mau supaya gereja-Nya menjadi
kekasih / mempelai bagi diri-Nya, bukan menjadi budak / pelayan bagi Dia.
1
Korintus 16:22 “Siapa
yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranatha”.
Apa
yang terjadi bila gereja tidak mengasihi Tuhan dan beribadah dengan
segenap hati kepada Tuhan? Ayat di atas menyatakan bahwa ia akan hidup di
bawah kutuk sampai Maranatha.
Gereja,
mengasihi Tuhan bukanlah satu pilihan antara suka atau tidak suka.
Mengasihi Tuhan adalah perintah. Kepada jemaat seringkali saya
tekankan bahwa “ibadah” bukan untuk kita (manusia) saja, tetapi “ibadah”
adalah juga untuk Tuhan. Buat saya “ibadah” adalah kesempatan / waktu
dimana sepasang kekasih bertemu untuk memadu kasih. Apa yang dilakukan
oleh sepasang kekasih saat mereka memadu cinta? Sudah tentu mereka ingin
menyenangkan hati pasangannya. Itulah gambaran dari ibadah. Kurang tepat
kalau motifasi kita beribadah hanya oleh karena berkat, kesembuhan,
kelepasan, kekuatan, penghiburan, dan lain-lain. Ingat bahwa Tuhan adalah
“pribadi” yang juga memiliki “kebutuhan”. Pernahkah anda bertanya kepada
Tuhan apa yang menjadi “kebutuhan” Tuhan saat anda sedang “kebutuhan”.
Pernahkah anda bertanya kepada Tuhan apa yang menjadi “kebutuhan” Tuhan
saat anda sedang “beribadah”?
Kasihi
Tuhan dan beribadahlah dengan segenap hati maka Tuhan akan memberikan
hujan pada masanya, hujan awal dan hujan akhir.
Maleakhi 3:10 “Bawalah
seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya
ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam,
apakah Aku tidak membukakan bagimu “tingkap-tingkap langit” dan
mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”.
Kata
tingkap-tingkap langit diambil dari kata “floodgates of heaven” yang
berarti “pintu gerbang air surga”. Gereja apa yang terjadi saat anda
mebawa persembahan persepuluhan kedalam rumah perbendaharaan (gereja lokal)?
Tuhan berjanji untuk membukakan “pintu gerbang air surga” sehingga anda
berkelimpahan.
Banyak
orang bertanya mengapa kita harus memberikan persembahan persepuluhan?
Gereja, perhatikan Maleakhi 1:6-7, seluruh persembahan yang dipersembahkan
kepada Tuhan adalah sebagai tanda bahwa kita menghormati dan mengasihi
Tuhan. Jangan pernah sekalipun termotifasi bahwa apabila kita memberikan
persembahan, maka Tuhan akan mengembalikan persembahan kita tiga puluh
kali lipat, enam puluh kali lipat, bahkan seratus kali lipat ganda. Jangan
pernah hitung-hitungan dengan Tuhan. Mengapa kita memberi persembahan?
Kita memberi karena kita menghormati dan mengasihi. Inilah yang Tuhan
ajarkan mengenai persembahan.
Satu
saat setelah saya menyampaikan firman Tuhan tentang persembahan
persepuluhan, datanglah seorang jemaat untuk berbicara dengan saya. Ia
menyatakan ketidak setujuannya tentang firman yang baru disampaikan,
pendeknya ia menentang firman mengenai persembahan persepuluhan. Jemaat
ini mengajukan dua pertanyaan kepada saya. Yang pertama : “Bukankah
setiap rupiah yang kita terima, kita terima dari Tuhan? dan pertanyaan
yang kedua: Bukankah Tuhan yang memberi berkat kepada kita, mengapa
kita harus mengembalikan persepuluhan?
Saya
hanya tersenyum dan menjawab dua pertanyaan di atas dengan sebuah
pertanyaan. Saya bertanya: “Apakah Anda seorang Anak Allah ? Dengan agak
ragu ia menjawab “Ya.” Saya katakan bahwa “buah tidak akan jatuh jauh dari
pohonnya” dan sebagaimana seorang bapa, demikianlah anaknya (like father
like son). Kalau kita memiliki bapa yang murah hati dan suka memberi, maka
gereja sebagai anak-anak-Nya so pasti juga suka memberi. Mengapa kita
memberi? Sederhana, karena kita adalah anak Allah.
Gereja,
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita. Kalau Elia dipakai Tuhan untuk
menurunkan hujan maka saya percaya kita juga dapat dipakai Tuhan untuk
menurunkan hujan supaya bumipun mengeluarkan buahnya. Tuhan segera dating
dan Ia mencari buah. Tuhan Yesus memberkati.
|