|
Berawal dari Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan
“Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada
faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan
dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang
Kristen; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam tubuh, aku tidak
tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - orang
itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu
tentang orang itu - entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu,
Allah yang mengetahuinya - ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar
kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh di ucapkan manusia.” (2
Korintus 12:1-4)
Ayat diatas menuliskan tentang pengalaman Paulus ketika bertemu dengan
Tuhan. Ia melihat surga tingkat ketiga dan Tuhan membawanya ke suatu taman
yang disebut Firdaus. Dan di situ Paulus juga mendengar perkataan-perkataan
malaikat yaitu kata-kata yang tak terkatakan oleh manusia.
Betapa indahnya bertemu dengan Tuhan di Surga yang mulia. Pertumbuhan GBI
Kemah Daud Medan pada awalnya mulai tahun 1993 berjalan biasa saja. Namun
sejak tahun 1997 Tuhan mengadakan pelipatgandaan bagi gereja ini. Dari 2000
jemaat tiba-tiba meningkat menjadi 4000, lalu 6000 dan seterusnya sampai
hari ini Tuhan percayakan sekitar 17.000 jiwa yang beribadah setiap
minggunya. Namun dalam doa puasa kami akhir tahun 2000, saya tidak lagi
berdoa untuk pelipatgandaan. Terserah Tuhan mau mempercayakan berapa jiwa
kepada kami. Doa saya hanya, agar Tuhan mengijinkan saya untuk bertemu Tuhan
dengan cara seperti Musa. Umat Israel hanya melihat Tuhan dalam bentuk tiang
awan dan tiang api. Tetapi Musa adalah orang kepada siapa Tuhan berbicara
layaknya seorang sahabat. Saya sangat iri kepada Hamba Tuhan yang bernama
Musa ini.
Terbakar oleh Api Cinta kepada Tuhan
Billy Graham dalam bukunya “Angel” menuliskan tentang begitu banyaknya
malaikat yang Tuhan sediakan untuk melayani kita. Saya sangat tertarik
dengan malaikat Serafim yang memiliki tiga pasang sayap. Sepasang sayap
dipakai untuk menutupi muka, sepasang sayap menutupi kaki, dan sepasang lagi
dipakai untuk terbang. Serafim adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk
bertemu dengan nabi Yesaya. Allah memakai malaikat ini untuk menguduskan
bibir dan lidah nabi Yesaya sehingga ia mulai diutus Tuhan mengucapkan
kata-kata yang dipesankan olehNya (Yesaya 6).
Serafim adalah malaikat yang melayani di sekeliling tahta Tuhan (Yesaya
6:2-3, Wahyu 4:8). Serafim mempunyai dua arti yaitu terbakar dan cinta.
Sehingga Serafim berarti malaikat yang seluruh kehidupannya terbakar oleh
api cinta kepada Tuhan. Tuhan berkata, “Ketika seluruh kehidupanmu terbakar
oleh api cinta kepadaKu, pada waktu itulah engkau akan bertemu dengan Aku”
Begitu mendapat pengertian ini, tiba-tiba pengurapan turun atas saya dan
kami semakin mengerti bahwa pusat seluruh pelayanan hanya satu yaitu Tuhan
Yesus Kristus. Saya mulai mengajar kepada jemaat, mari datang beribadah
kepada Tuhan hanya karena kita mengasihi Dia. Pujian penyembahan di gereja
kami mulai berubah menjadi lebih banyak mencurahkan air mata tanda cinta
kepada Tuhan. Air mata yang lahir dari hati yang sangat mengasihi Dia. Ini
yang saya sebutkan dengan “Pujian Penyembahan plus Hati yang Mengasihi”
Mengalami Seluruh Kepenuhan Allah (Trance, Ekstasis)
Pujian penyembahan plus hati yang mengasihi ini, ternyata membawa kami
kepada pengalaman dan pengertian yang lebih dalam lagi mengenai apa yang
terjadi pada Paulus dalam 2 Korintus 12:1-4 diatas.
Para theolog mulai menyelidiki kapan Tuhan membawa Paulus untuk naik ke
tingkat ketiga dari surga. Lalu kemudian mereka mendapati kenyataan bahwa
Paulus mengalami hal itu ketika sedang berdoa di Yerusalem.
Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang
berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. (Kisah Rasul
22:17)
Ketika Paulus sedang berdoa di Yerusalem, tiba-tiba dia dikuasai dan
diliputi oleh kuasa Allah. Kata ‘diliputi oleh kuasa ilahi’
dalam bahasa Inggris adalah ‘trance’. Dalam bahasa Yunani
ditulis dengan kata 'ekstasis'. Pada waktu Paulus berdoa
tiba-tiba dia dikuasai oleh kuasa ilahi, dimana dia mengalami keadaan yang
namanya trance. Trance di sini bukan kesurupan tapi satu kondisi dimana pada
waktu itu Paulus dipenuhi, diliputi, dibanjiri oleh seluruh kuasa ilahi.
Ketika Paulus sedang trance itulah, tiba-tiba Tuhan memberikan suatu
kepekaan kepada telinga dan matanya untuk mendengar dan melihat. Paulus
mulai melihat surga tingkat yang ketiga dan mendengar perkataan-perkataan
malaikat.
Beberapa Pribadi Lain yang Mengalami Trance
Petrus adalah contoh lain dari orang yang mengalami trance (ekstasis) dalam
Perjanjian Baru.
“Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam
perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari,
naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. Ia merasa lapar dan ingin makan,
tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.”
(Kisah Rasul 10:10)
Apa yang terjadi pada waktu kuasa Allah meliputi (memenuhi) Petrus?
Petrus mengalami trance dan melihat kain turun dari surga.
“Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku
diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda
berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari
langit sampai di depanku.” (Kisah Rasul 11:5)
Yehezkiel berkata, tiba-tiba kuasa ilahi mulai memenuhi aku. Dan apa yang
terjadi? Di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan ia mendapat
penglihatan-penglihatan serta petunjuk Tuhan.
“Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat,
pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan
berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat
penglihatan-penglihatan tentang Allah.” (Yehezkiel 1:1)
Habakuk pada waktu diliputi oleh kuasa Tuhan, dia katakan, “Aku berdiri
di tempat yang tinggi dan mulai menanti-nantikan Firman yang mau Dia
sampaikan kepadaku.” Dia mulai mencatat dan menyampaikan apa yang dia lihat
serta dengarkan dari Tuhan.
“Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri
tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan
difirmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku.” (Habakuk
2:1)
Yohanes pada waktu di Pulau Patmos, tiba-tiba dikuasai oleh Roh Tuhan dan
ia mulai mendapat penglihatan-penglihatan tentang apa yang akan terjadi pada
hari-hari terakhir.
Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar
dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya:
“Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah
kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke
Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.” (Wahyu 1:10-11)
Memiliki Mata yang Melihat dan Telinga yang Mendengar
Orang yang dibanjiri oleh kuasa Allah, trance, dimana kepenuhan ilahi
memenuhi seluruh kehidupannya, dia akan memiliki mata yang melihat dan
telinga yang mendengar. Saya berdoa agar seluruh Hamba Tuhan mengalami kedua
pengalaman ini. Kedua Hamba Tuhan ini baik Paulus maupun Petrus, keduanya
mengalami trance, ekstasis ketika sedang berdoa. Saya percaya banyak yang
mengalami hal ini ketika doa, pujian dan penyembahan, membawa ukupan yang
menyenangkan hati Tuhan. Saya percaya kalau Tuhan hadir maka kehadiranNya
akan memenuhi seluruh kehidupan Saudara. Saudara akan mengalami
pengalaman-pengalaman yang pernah dialami oleh para nabi.
Saya percaya ketika mengalami hal ini, maka doa-doa kita akan menjadi sangat
menyenangkan. Karena Tuhan mulai perlihatkan kepada kita, apa yang harus
kita lakukan. Apa yang harus kita kerjakan. Tuhan memberikan
petunjuk-petunjuknya dengan jelas kepada kita.
Petunjuk yang Jelas Menjadikan Gereja Efektif
Mengapa Tuhan Yesus dalam waktu yang sangat singkat, tiga setengah tahun,
seluruh pelayanannya selesai? Dikatakan begini, pagi-pagi benar maka Yesus
naik ke atas gunung dan mulai berdoa. Dia berkata, “Segala sesuatu yang Aku
kerjakan, Aku lihat bagaimana Bapa mengerjakannya sesuai dengan apa yang
dikerjakan oleh Bapa. Maka Aku mulai mengerjakan persis seperti apa yang
Kulihat.” (Yohanes 8:38)
Saya percaya gereja akan menjadi sangat efektif, kalau mengerti dan
mengalami pengalaman-pengalaman ini. Kita tidak tahu apa yang mesti
dilakukan. Tapi kalau kita melihat Bapa, apa yang sedang Bapa lakukan,
Saudara lakukan persis seperti yang Bapa lakukan, saya percaya semuanya itu
akan berjalan dengan baik karena kita mulai mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
yang Bapa kita kerjakan. Dan saya percaya hari-hari ini yang Bapa kerjakan
cuma satu, hari-hari ini Bapa sedang sibuk mengumpulkan orang-orang pilihan,
bangsa-bangsa untuk datang kepadaNya. Bapa sibuk mengirimkan
malaikat-malaikatNya sehingga pertobatan bukan hanya muncul secara sporadis
tetapi pertobatan pada hari-hari terakhir dikatakan, bangsa-bangsa,
suku-suku bangsa, kaum dan bahasa akan berbalik kepada Tuhan Yesus Kristus (Yesaya
45:23).
Kita tidak tahu bagaimana caranya memenangkan negeri ini. Tetapi kalau kita
melihat apa yang Bapa sedang kerjakan, saya percaya Saudara pasti tahu apa
yang harus dilakukan untuk memenangkan negeri ini.
Pengalaman Pindah Tempat (Metatitheni)
Saya mencatat bukan hanya Paulus yang mengalami trance sehingga dapat
melihat dan mendengar perkara-perkara ilahi dengan jelas. Henokh adalah
seorang yang berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Sekian tahun Henokh
berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Apa yang terjadi? Henokh hilang
terangkat hidup-hidup sampai hari ini tidak kembali. Henokh mengalami
pengalaman Metatitheni / pindah tempat.
“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak
mengalami kematian dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya.
Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan
kepada Allah.” (Ibrani 11:5)
Begitu juga dengan Filipus. Ketika sedang melayani sida-sida, tiba-tiba
Tuhan pindah tempatkan lebih cepat dari sida-sida.
“Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan
tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia
meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di
Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota
sampai ia tiba di Kaisarea.” (Kisah Rasul 8:39-40)
Demikian juga dengan Elia. Pada waktu Ahab akan pulang, tiba-tiba Roh
Tuhan memenuhi Elia. Dan dia dipindah tempatkan lebih cepat dari Ahab.
“Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat
pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.”
(1 Raja-raja 18:46)
Mereka mengalami pengalaman-pengalaman trance, dilingkupi, dipenuhi,
dikuasai oleh Roh sehingga mendapati kejadian-kejadian yang supranatural.
Musa adalah contoh lain lagi, yang bertemu secara pribadi (muka dengan muka)
dengan Tuhan. Dan apa yang terjadi. Alkitab berkata, wajah Musa menyinarkan
kemuliaan Tuhan sehingga orang tidak tahan melihat kemuliaan Allah yang
bersinar di dalam dia (Keluaran 34:29-30)
Bayar Harga untuk Bertemu Tuhan
Saya sering menyaksikan film tentang “Sepuluh Perintah Tuhan”. Film tersebut
menceritakan ketika Musa melarikan diri ke Midian (Keluaran 2:15). Di situ
dia bertemu dengan Zipora yang sedang menggembalakan kambing domba di kaki
gunung Sinai. Ayah Zipora berkata kepada Musa, mereka nanti akan beribadah
kepada Tuhan di atas gunung Sinai. Dan kemudian Musa melihat ada awan yang
menggulung hitam di atas gunung Sinai. Zipora berkata begini kepada Musa,
“Musa kalau Allah sedang hadir maka ada bunyi gemuruh yang kuat di atas
gunung. Tapi kalau Allah tidak hadir maka gunung itu sunyi senyap.” Dan pada
waktu mereka mulai melihat ada bunyi gemuruh yang kuat di atas gunung Sinai,
Musa bertanya kepada Zipora, “Apakah sekarang Tuhan hadir?”. Zipora katakan,
“Ya.” Musa katakan aku mau bertemu dengan Tuhan. Zipora berkata begini,
“Ketika bertemu dengan Tuhan pada waktu itu kamu akan mati.”
Lagi firmanNya: “Engkau tidak tahan memandang wajahKu,
sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” (Keluaran 33:20)
Harga yang harus kita bayar untuk perjumpaan dengan Tuhan adalah kematian.
Dalam bahasa aslinya dikatakan “hanya orang mati yang bisa lihat Tuhan”
Apakah Saudara bersedia mati hanya untuk satu kali perjumpaan dengan Tuhan?
Musa tidak perduli dengan nyawanya. Ia mau mengambil resiko apapun yang akan
terjadi akibat keputusannya itu. Karena baginya, lebih baik satu orang mati
daripada ribuan orang Israel mati karena Tuhan memalingkan mukaNya dari
bangsa ini (Keluaran 34:9). Dia melihat seluruh orang Israel berada dalam
perhambaan Mesir selama 400 tahun. Dan Musa tidak tahan melihat bagaimana
Mesir menganggap mereka bukan manusia.
Miliki Tujuan yang Jelas Untuk Bertemu Tuhan
Musa punya purpose (tujuan) waktu bertemu dengan Tuhan. Jangan datang
bertemu Tuhan hanya untuk menjadi penonton. Pada waktu tabut perjanjian
Allah pulang kembali kepada orang Israel, dikatakan di Kiryat Yearim dalam 1
Samuel 6:19, ‘maka kemudian orang Israel penasaran untuk melihat apa yang
ada di dalam tabut itu.’ Alkitab mencatat pada waktu orang Israel mencoba
untuk melihat-lihat, tidak punya tujuan dan beban apa-apa, seketika itu
mereka mati terkena murka Tuhan.
Miliki tujuan yang jelas untuk bertemu dengan Tuhan. Jangan hanya sekedar
melihat-lihat. Lama saya merenungkan konsekuensi dari perjumpaan dengan
Tuhan ini. Saya ingat keluarga, jemaat dan orang-orang yang saya kasihi.
Sampai satu waktu saya dapat berkata, “Tuhan, saya datang dengan satu tujuan.
Supaya pengetahuan saya tentang sorga membawa bangsa ini kembali kepada
Tuhan. Biarlah setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku,
bahwa Yesus adalah Tuhan”
Terlalu banyak orang hari-hari ini yang ingin melakukan suatu perjalanan
perjumpaan dengan Tuhan tetapi hanya ditujukan bagi dirinya sendiri. Saya
percaya Tuhan tidak menyukai yang seperti ini. Tetapi kalau perjumpaan
dengan Tuhan, punya satu tujuan yang jelas, Ia akan memberikan jalan keluar
bagi kita semuanya. Mari setiap kita berdiri di hadapan Tuhan untuk membela
negeri ini sampai kemuliaanNya turun atas Indonesia. Kalau Saudara katakan,
“Aku mau berdiri membela negeri ku”, perjumpaan Anda dengan Tuhan akan
membawa berkat yang besar. Karena begitu Saudara bertemu dengan Tuhan,
Saudara akan berkata, “Tuhan, kapan Indonesia. Kapan bangsa-bangsa Tuhan?”
Dan saya percaya kalau Saudara punya beban itu, Tuhan akan memberikan hikmat
dan jalan keluarNya bagi kita.
7 Kunci Membuka Pintu Surga
Ada tujuh kunci (otoritas) untuk membuka pintu Kerajaan Sorga dan mengalami
perjumpaan dengan Tuhan.
- Kuasa Darah Yesus
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita
sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia
telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir,
yaitu diriNya sendiri. (Ibrani 10:19-20)
Tuhan memanggil Musa dan memberikan blueprint tentang Kerajaan Sorga. Musa
diberikan satu petunjuk untuk membangun kemah suci (tabernakel) yang
dipisah menjadi tiga ruangan. Halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus.
Di pelataran ada beberapa benda. Ada mezbah bakaran, kolam pembasuhan.
Dalam ruang kudus ada tiga perkakas. Ada meja roti pertunjukan, ada kaki
dian lambang dari karunia-karunia Roh Kudus dan kemudian ada mezbah ukupan
(mezbah dupa). Namun dalam ruang maha kudus ada tabut perjanjian Allah
yaitu lambang kehadiran Allah, dimana Allah akan berbicara kepada manusia
di situ. Itu adalah tempat kediaman Tuhan. Di catat dalam peraturan umat
Israel tidak boleh ada orang masuk dalam ruang maha kudus kecuali Imam
Besar dan itu pun hanya boleh satu tahun sekali pada waktu hari raya Yom
Kippur. Imam Besar pada waktu perayaan itu masuk menghadap Tuhan di ruang
maha kudus. Ada peraturan kalau Imam Besar masuk ke ruang maha kudus dalam
keadaan tidak kudus, dia akan mati. Tetapi kalau kudus, masuk ruang maha
kudus, maka dia harus membawa doa permohonan bangsa Israel kehadapan Tuhan.
Imam besar agung masuk dengan satu tujuan yakni dia membawa doa dan
permohonan dari negerinya dihadapan Tuhan.
Betapa susahnya pada waktu itu orang untuk bertemu dengan Tuhan. Tetapi
pada waktu Yesus menyerahkan dirinya di kayu salib, dan Ia berkata, “Sudah
genap”, tirai bait suci yang membatasi Allah dengan manusia, tiba-tiba
robek dari atas ke bawah sehingga apa yang tidak boleh dilihat dahulu,
kini terbuka. Jalan menuju ke ruang maha kudus terbuka. Kalau dulu hanya
imam besar yang boleh masuk ke tempat maha kudus tapi sejak kematian Yesus
di kayu salib, jalan jadi terbuka. Dalam ayat 20 dikatakan, ‘Kristus telah
membuat jalan yang baru dan yang hidup bagi kita sehingga dengan penuh
keberanian kita dapat menghampiri Bapa di tempat maha kudus.’
Apa yang terjadi waktu bertemu Tuhan di tempat kudusNya? Saudara akan
bertemu dengan kedahsyatan dan kuasaNya. Anda akan bertemu dengan
anugerahnya yang akan mengubahkan seluruh kehidupan kita. Kita khususnya
dan gereja umumnya belum sempurna. Tetapi kalau gereja ini mempunyai
keberanian masuk dan bertemu dengan Dia di tempat kudusNya, maka Tuhan
akan menyempurnakan gerejaNya dari hari ke sehari.
Baptisan adalah cara menerima kematian Yesus di kayu salib yang membuka
jalan untuk kita. Baptisan itu artinya kematian, kuburan. Barangsiapa
dibaptis, dia ikut dikuburkan, dipersatukan dalam kematian Kristus dan
dibangkitkan dengan kuasa Kristus. Mau ketemu dengan Tuhan yang maha kuasa,
ketemu dengan Dia di tempat kudusNya, harus dibaptis. Apa yang terjadi
waktu Yesus dibaptis? Langit terbuka dan Roh Kudus turun atas Dia. Syarat
baptisan, bertobat dan memberi diri dibaptis. Setelah dibaptis, baru
diajar.
- Manusia Baru
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu
perseteruan, sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan
hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan
keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu
mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam
satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada
salib itu. (Efesus 2:14-16)
Dosa membuat manusia terpisah dari Allah dan sesama. Dosa mengakibatkan
Adam dan Hawa saling mempersalahkan satu dengan yang lainnya. Begitu umat
Tuhan saling mempersalahkan dan saling tuding, itu menunjukkan ada dosa
diantara kita yang menyebabkan manusia kehilangan persekutuan dengan
manusia. Hari-hari ini roh yang menguasai dunia adalah disunity / roh
perpecahan. Ini bukan waktunya lagi untuk saling menuding, melainkan waktu
untuk saling mengulurkan tangan karena Kristus mati supaya kita unity dan
tidak bertengkar. Kita mulai buka tangan yang selebar-lebarnya, pintu maaf
yang sebesar-besarnya. Inilah karakter manusia baru.
Dan setelah Tuhan memper-satukan sesama manusia, tidak ada kulit, ras, dan
golongan lagi, maka manusia kemudian dipersatukan dengan Allah. Manusia
beroleh perdamaian dengan Tuhan. Pertanyaannya, mungkinkah manusia bisa
bersekutu dengan Tuhan?
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh
rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti
ada tertulis:
“Manusia pertama, Adam menjadi mahluk yang hidup, tetapi
Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula
datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah
datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat
jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.” (1 Korintus 15:44-47)
Ada Adam pertama, dan ada Adam kedua yaitu Kristus. Adam pertama
diciptakan dari debu tanah. Adam kedua bukan diciptakan dari debu tanah
tapi disebut ‘Man From Heaven’. Adam kedua adalah Kristus yang adalah
Allah itu sendiri. Kalau orang belum menerima Kristus sebagai Tuhan dalam
kehidupan-nya ia hanya Adam yang pertama yaitu manusia yang diciptakan
dari debu tanah. Ada hukum debu kembali kepada debu (Kej 3:19). Mati
kembali menjadi debu. Dari kesia-siaan kembali kepada ke sia-siaan. Tetapi
Adam yang kedua, Adam yang rohani datang. Adam yang kedua membangkitkan,
melahirkan kita dari air dan roh. Ada benih ilahi dalam kehidupan kita
yang mengakibatkan kita tidak bisa mati tetapi akan hidup kekal bersama-sama
dengan Dia.
Manusia baru tidak berbuat dosa lagi karena kuasa dosa mati di dalam Dia.
Manusia baru lepas dari kuasa dosa.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan
baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2
Korintus 5:17-18)
Manusia jasmani kita yang terbuat dari debu, manusia alamiah kita mati
bersama dengan Kristus dan bangkit dalam kemuliaanNya. Dosa tidak berkuasa
atas kita, seisi keluarga dan gereja. Gereja akan tampil suci, kudus dan
penuh kemuliaan Tuhan. Manusia baru yang akan bertemu dengan Tuhan karena
darah dan daging tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Selama tubuh
alamiah kita belum mati, kita tidak bisa bangkit. Yang dibangkitkan itu
adalah tubuh kemuliaan kita. Manusia rohani kita akan dibangkitkan dan itu
terjadi pada waktu kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
- Kasih
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh
karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. (1 Korintus 14:1)
Kalau kita tidak mempunyai kasih, apapun yang dimiliki semuanya tidak
berguna. Segala pengetahuan, iman, bahkan berbahasa roh sekalipun tanpa
kasih, akan sia-sia. Bukannya orang yang berseru, “Tuhan, Tuhan” akan
masuk dalam Kerajaan Sorga tapi dia yang mengeluarkan buah yang baik,
melayani dengan penuh kasih. Kasih itu adalah dasar.
Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh
Allah. (1Korintus 8:3)
Tuhan mengenal orang yang mengasihi Dia karena kita mempelaiNya. Jangan
sampai Tuhan berkata, “Enyahlah engkau pembuat kejahatan, Aku tidak kenal
engkau” karena kehidupan yang tanpa kasih ini.
- Persembahan
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna,
pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang
miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke
mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21)
Lebih berbahagia memberi daripada menerima, mengasihi daripada dikasihi.
Mengasihi identik dengan memberi. Gereja yang sempurna adalah gereja yang
memberi, bukan meminta. Alkitab berkata,
“Hendaklah kamu sempurna sama seperti Bapamu sempurna.” (Matius
5:48).
Orang yang berbahagia adalah orang yang memberi. Waktu kita memberi akan
berbahagia. Makin banyak memberi makin berbahagia. Matius 19:21 diatas
berkata, “Pergi, juallah seluruh hartamu maka engkau akan memperoleh
kebahagiaan.”
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke
dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan
ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai
berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10)
Ini adalah rahasia dalam memberi yaitu pemberian itu membukakan
tingkap-tingkap langit. Windows of heaven / floodgates of heaven yang
artinya adalah pintu atau jendela surga. Persepuluhan bukan hanya
berbicara uang. Waktu memberi perpuluhan, Tuhan membukakan pintu surga dan
mencurahkan berkat berkelimpahan atas kita. Perpuluhan kunci membuka pintu
surga. Kalau surga isinya hanya uang, orang kaya tidak tertarik sebab
mereka memiliki banyak uang. Tetapi surga berbicara mengenai damai
sejahtera, kebenaran dan sukacita oleh Roh Kudus serta kuasa (Roma 14:17).
Damai tidak bisa dibeli. Hati yang gembira adalah obat. Kesembuhan terus
mengalir. Salomo mempunyai segalanya tetapi tidak mempunyai damai. Kalau
Saudara mempunyai damai, Saudara akan puas dan tidak akan terpengaruh
dengan godaan dunia ini. Bawalah persepuluhan, maka damai Tuhan akan
memenuhi hidup kita. Jika kita tidak bayar perpuluhan maka kita akan rugi
besar.
- Unity
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari
padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu
akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga.” (Matius 18:19)
Dua orang ‘in one accord’ / sepakat / unity, minta apa saja doa akan
dikabulkan. Suami istri jangan bertengkar (1Petrus 3:7-8). Kalau
bertengkar, doanya tidak akan dijawab. Kalau suami istri mengasihi Tuhan
rumah tangga pun akan damai sejahtera.
- Aniaya
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun
ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Rasul 1:8)
Kata saksi berasal dari kata martir. Yesus menjadi martir, dianggap
penjahat nomor satu pada masanya, sehingga orang lebih memilih Barabas
daripada membebaskanNya.
Stefanus dianiaya, dilempar dengan batu sampai mati (Kisah Rasul 7:55-56).
Tetapi ia melihat surga terbuka dan terlihat Yesus berdiri menyambut .
Bagi martir, berbahagialah karena Tuhan akan memberikan penghormatan yang
seperti ini.
- Doa, Pujian dan Penyembahan
“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan,
dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana
Aku melepaskan penyakit sampar di antara umatKu, dan umatKu, yang atasnya
namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu
berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari
sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2
Tawarikh 7:13-14)
Dalam bahasa aslinya ‘surga’ adalah ‘HASHAAMAYIM’, yaitu Surga
tempat kediaman Tuhan. “...dan umatKu yang atasnya namaKu disebut,
merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari
jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga dan
mengampuni dosa mereka.” Waktu pintu surga tertutup, langit menutup
berkatnya dan kesusahan melanda negeri.
Di dalam Surga terdapat air, dan hujan (Ayub 38:29, Yesaya 55:10, Mazmur
147:16-17). Air melambangkan berkat Tuhan. Dalam Yesaya 55:10 dikatakan
seperti hujan yang turun ke atas bumi yang tidak pernah kembali. Air,
hujan masuk ke dalam tanah dan memberikan pertumbuhan kepada setiap benih
yang ada, air tidak pernah kembali dengan sia-sia. Ketika pintu surga
terbuka, maka hujan awal dan hujan akhir turun atas negeri ini. Hujan awal
dan hujan akhir turun. Hujan awal dan hujan akhir berbicara tentang
lawatan Allah dan berkat Tuhan. Waktu pintu surga dibuka, gereja mau
berdoa memuji dan menyembah Tuhan, perkara dari surga turun atas negeri
kita dan kutuk akan berhenti. Keterpurukan akan berhenti. Karena kalau
Tuhan melawat, ada berkat yang berkelimpahan di situ. Padang gurun Tuhan
ubahkan menjadi taman yang permai. Selama 40 tahun Tuhan memelihara
umatNya dipadang gurun, gua singa adalah akhir dari orang-orang yang hidup
di jaman Daniel. Tetapi gua singa menjadi tempat yang sangat indah bagi
Daniel karena Tuhan ubahkan yang tidak baik menjadi baik. Lembah air mata
adalah suatu tempat yang bagi setiap orang ingin dihindari. Pemazmur masuk
lembah air mata, mengubahkan-nya menjadi mata air, karena ada Tuhan disitu.
Sekalipun kita masuk dalam lembah bayang-bayang air mata tidak akan takut
karena tongkat dan gadanya menyertai kita. Tuhan menyediakan hidangan
dihadapan lawan kita dan piala kita akan penuh melimpah. Dimanapun kita
berada kalau pintu surga terbuka, kita akan merasa aman.
Pakai setiap kunci untuk membuka dan mendatangkan berkat Tuhan. Surga
tidak hanya punya satu pintu tetapi dikatakan windows of heaven. Masuk dan
buka. Kita punya tujuan datang pada Tuhan, kita mulai membawakan negeri ini
dihadapan Tuhan. Kapan Engkau akan memulihkan negeri ini? Kapan kami melihat
setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku? Kapan kita bisa melihat
kerajaanMu ditegakkan di Indonesia? KemuliaanMu seperti air menutupi lautan.
Kita berdoa, “Tuhan Engkau berjanji akan membukakan pintu surga dan
mencurahkan berkatMu berlimpah-limpah kepada setiap orang tua muda, besar
kecil, laki-laki perempuan. Kita berdoa semuanya dipenuhi Roh Kudus. Kita
berdoa mengangkat beban negeri ini.
|